28 Mei 2020

Respon setelah menerima YESUS KRISTUS


Mungkin ada beberapa diantara kita masih ragu, bimbang dan bertanya-tanya; setelah menerima YESUS sebagai Juru Selamat pribadi bagaimana menerapkan dalam hidup sehari-hari. Bagaimana respon sikap yang benar dan menurut kehendak-NYA?
Mari kita belajar bersama pengajaran dari rasul Paulus.
Respon setelah menerima YESUS KRISTUS sebagai berikut:
1.  Tetap didalam YESUS dengan selalu berdoa, membaca firman, mengandalkan Roh Kudus sebagai penuntun kita. Tuhan melihat hati yang tulus menyembah-NYA.
2.  Berakar didalam YESUS, seperti pohon tidak mungkin hidup tanpa menyerap air dan mineral tanah dan menghasilkan buah yang baik sebab jika tidak akan ditebang. Hidup bukan hanya makan minum tetapi oleh setiap firman sebagai makanan rohani untuk dapat bertumbuh dengan benar. Buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri.
3.  Dibangun diatas YESUS, rumah yang kokoh dibangun diatas batu karang bukan diatas tanah berlumpur. Pondasi yang dibangun mengandalkan kekuatan sendiri akan menimbulkan kekecewaan. Hanya dalam YESUS ada damai sejahtera sejati.
4.  Bertambah teguh dalam IMAN kepada YESUS, dengan tekun/setia belajar firman dan melaksanakannya. Dengan iman kita dapat menghadapi semua problema hidup.
5.  Mengucap syukur senantiasa kepada YESUS baik saat senang maupun susah. Setiap fase perjalanan hidup kita dipakai untuk kemuliaan-NYA.
6.  Selalu giat dalam pekerjaan YESUS, apapun yang kita lakukan untuk-NYA bukan untuk mendapat pujian manusia. Jerih payah kita tidak akan sia-sia pasti dibalas-NYA baik di bumi dan di sorga. Beritakanlah Injil, kabar baik keselamatan.
7.  Bersekutu intim dengan YESUS, bergaul erat setiap saat. Tidak ada rasa kawatir lagi sebab dia adalah IMANUEL, Tuhan yang menyertai kita selamanya.

“Kamu telah menerima KRISTUS YESUS, TUHAN kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap didalam DIA. Hendaklah kamu berakar didalam DIA dan dibangun diatas DIA, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose 2:6-7)

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan TUHAN! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan TUHAN jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58)


Semoga TUHAN Yang  Maha Kasih memampukan kita lebih mengasihi-NYA dan merespon kasih-NYA setiap saat.
Haleluya. Amin...

Pertanyaan: Sudahkah kita merespon panggilan YESUS KRISTUS dengan setia?

11 Mei 2020

Masih Ada Pengharapan


Masih Ada Pengharapan
Ditengah badai yang menghantam kehidupan seringkali kita jatuh dalam pencobaan ketidaktaatan, ketidaksetiaan bahkan hilangnya harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Lupakah kita saat ini masih diberi nafas hidup, kesehatan, makan walaupun sederhana, berkat-berkat yang Allah berikan sampai saat ini. Tidakkah kita melihat/mendengar masih banyak orang untuk nafas saja harus membayar karena dibantu oleh tabung oksigen. Ada juga orang yang sedang berharap agar dapat sembuh dari sakit yang sedang dideritanya dan lainnya.

Terkadang kitapun lebih memakai logika, perasaan, kekuatan kita daripada fakta akan kasih karunia yang telah di anugerahkan-NYA. Atau pengharapan terkabulnya doa tidak kunjung terealisasi oleh-NYA. Tentunya setiap orang bermacam pengharapannya: ingin cepat pulih dari sakit, ingin cepat mendapat pekerjaan, ingin cepat perekonomian membaik dan seterusnya.

Marilah kita fokus dan bersandar akan kasih karunia yang nyata, bukan harapan yang kosong/semu. Janganlah kita berhenti berharap akan kasih karunia ALLAH karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita walau sekalipun kita masih berdosa.

Rasul Paulus mengajarkan: “Akan tetapi ALLAH menunjukkan kasih-NYA kepada kita, oleh karena KRISTUS telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8)

Inilah bukti kasih karunia ALLAH lebih besar dari apapun juga. Karena kasih karunia yang sejati ini maka kita tidak akan putus pengharapan, dalam kasih karunia-NYA ada damai walau cobaan datang, sukacita walau berduka, pengharapan walau sengsara, keselamatan walau ditengah badai kehidupan.

Rasul Paulus mengingatkan: “...Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” (Roma 5:3-4)

Marilah kita berpengharapan terus pada kasih karunia-NYA, karena kita hidup kita berdasarkan dari kasih karunia-NYA yang satu dan kasih karunia-NYA yang lain. Hitunglah berkat yang telah ALLAH anugerahkan niscaya kita akan kagum oleh kasih-NYA. Termasuk setiap nafas hidup yang kita hirup saat ini.

Haleluya...Amin.